1. UPS:
1. UPS merupakan catu daya tak terputus (uninterruptible power supply) yang utamanya digunakan untuk memberikan proteksi daya bagi beban-beban penting, termasuk mengatasi berbagai gangguan daya pada jaringan listrik, seperti padamnya listrik, fluktuasi tegangan, fluktuasi frekuensi, harmonisa, distorsi tegangan, gangguan listrik, lonjakan arus, dan sebagainya. UPS merupakan produk yang telah diakui secara internasional dan domestik untuk melindungi beban-beban penting, serta memiliki standar internasional dan nasional yang ketat.
2. UPS memiliki presisi keluaran tinggi, waktu konversi cepat, biaya tinggi (sekitar dua kali lipat EPS), konsumsi energi tinggi (tipe daring), dan masa pakai host pendek (8-10 tahun).
2. EPS:
1. EPS merupakan catu daya darurat, yang utamanya digunakan untuk menyediakan daya listrik ke beban selama jangka waktu tertentu setelah listrik utama mati. Oleh karena itu, terjadi gangguan dari matinya daya catu daya utama hingga dimulainya kembali output. Ketika listrik utama normal, ada listrik utama yang memasok daya ke beban, tetapi tidak mengatasi berbagai gangguan pada listrik utama, yang mirip seperti UPS cadangan.
Namun, produk ini hanya memiliki satu definisi dalam undang-undang proteksi kebakaran Tiongkok, tanpa penjelasan yang jelas, dan tidak ada produk serupa di dunia, sehingga tidak ada standar internasional dan standar nasional yang sesuai.
2. Umumnya, catu daya tidak mengalami pemrosesan arus konstan dan tegangan konstan. Biasanya, kontaktor digunakan untuk pengalihan, dan waktu pengalihan adalah 0,1-0,25S. Keunggulannya adalah struktur sederhana, biaya rendah, konsumsi energi rendah dan tidak ada kebisingan pada waktu biasa, masa pakai host yang panjang (15-20 tahun), dapat disesuaikan dengan beban induktif, kapasitif dan komprehensif, dan dapat mewujudkan soft start frekuensi variabel bila diperlukan.
Waktu posting: 06-Feb-2023






